Kali ini mungkin tulisan gw agak sedikit serius, tentang seminar di kantor yang baru saja gw ikuti. Judulnya seperti yang tertera diatas, “Penanggulangan Pornografi terhadap Anak”.
Beberapa teman yang follow gw di twitter mungkin sampe bertanya-tanya kenapa gw sampe sebegitu bawelnya di twitter. Sepanjang acara gw nge-twit, itu pengalihan perhatian gw. Bukan karna bahasannya ga menarik, justru sangat sangat menarik dan pembelajaran buat gw dan teman-teman yang udah punya anak.
Trus kalo bahasannya menarik kenapa gw mengalihkan perhatian gw?
Honestly, karna gw takut.
Pernah baca tulisan gw tentang kopi?
Disitu gw belajar, gw ga suka sesuatu yang pahit, artinya gw ga suka sesuatu yang ga menyenangkan buat diterima otak dan hati gw. Dan mendengar kalo saat ini diluar sana bahkan mungkin disekitar gw banyak sekali anak-anak dibawah umur, SMU, SMP bahkan SD yang otaknya sudah dicekoki dan bahkan udah melakukan seks bebas sangat menganggu pikiran gw. Bukan sok suci, entah kenapa gw langsung merasa sangat takut. Seperti yang ibu narasumbernya bilang, Ibu Elly Risman, Psi, bagaimana kalau ini terjadi sama anak kita? Ponakan kita? Adik kita? Sepupu kita? Dan yah, itu yang bikin gw sangat sangat sangat takut.
Gw ga begitu konsentrasi mengikuti seminar itu, tapi ada beberapa point yang gw ambil, jadi maafkan kalo masih ada yang kurang.
Gimana anak-anak yang masih polos, imut, lucu itu bisa terkontaminasi dengan hal-hal berbau pornografi?
Jawabannya klise, melalui media cetak dan elektronik seperti Komik, Majalah, Koran?, Games, Internet *tentunya*, TV, VCD/DVD dan HP.
Mirisnya lagi, NARUTO yang sekarang sedang digemari anak laki-laki ternyata banyak sekali unsur pornografinya. Jujur gw ga tau, karna gw memang ga pernah baca itu komik, games dan apapun yang berbau naruto. Coba kalo ada yang punya anak, adik, ato ponakan yang mengoleksi naruto silahkan dicek, kalo ada adegan atau kata-kata yang menjurus kesana.
Games pun demikian adanya, kalo liat the sims, gw juga ga begitu suka games. Yang gw tergila-gila banget dulu Cuma pet society, tapi untuk games saat ini sudah sedemikian banyak ragam dan macamnya. Dan sebagian besar mengandung unsur kekerasan selain pornografi itu sendiri. Dari pakaian, lekuk tubuh, payudara yang besar sampe menyembul keluar walaupun itu animasi tapi tetap saja yang memainkan tidak Cuma kita orang-orang dewasa, tapi juga anak kecil yang gambar-gambar itu akan terus terekam kalo dia memainkannya terus terus terus dan terus.
Selain dari dua hal di atas, pasti juga udah tau kalo TV itu yang paling berbahaya. Apalagi sinetron dan film-film saat ini. You named it, film indonesia genre remaja yang judulnya menjurus semua, dengan pemain yang pake rok minim, contoh saja the virgin, yang ngajarin gimana cara jual diri buat belanja? Tuhanku… apa yang ada dipikiran para produser, sutradara dan penulis scriptnya sih? Mereka ga takut anaknya ngikut seperti itu?
Kenapa gw sampe miris dan sedih banget, karna di seminar tadi juga diperlihatkan wawancara dengan anak-anak, ditanya udah pernahkah melihat film porno atau something like that? Banyak sekali yang menjawab pernah dan sering. Dan banyak pula yang menjawab melihatnya saat masih SD dan SMP ![]()
Gw ga munafik, gw juga pernah melihat film seperti itu, dan saat gw semester 1 kuliah itu pertama kalinya gw ngeliat. Mungkin karna gw orang kampung kali yah, yang memang kolot dan diajarkan buat takut.
Dan di seminar tadi pula diperlihatkan tulisan-tulisan tangan anak-anak SD dan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang mereka lontarkan. Ga sedihkah kalian kalo ada anak yang bertanya ”senggama kapan dilakukan?” atau ”bagaimana cara memasukkan penis ke vagina?” ga mau nangis rasanya? Itu anak SD yang bertanya seperti itu.
Tau apa mereka masalah senggama, tau apa mereka penis dan vagina itu. Itu pelajaran biologi saat gw SMP kalo ga salah.
Dan gw ga bisa ngomong apa-apa saat sebagian besar peserta seminar TERTAWA melihat kenyataan itu.
Subhanallah. Sekali lagi gw bukan sok suci, tapi please BERPIKIR, kemana hati nurani kalian yang tertawa saat itu terjadi ke salah satu keluarga kalian.
Naudzubillahi min dzalik.
Ini bukan sesuatu yang harus ditertawakan atau dijadikan bahan becandaan. Ini hal yang serius, ini menyangkut masa depan. Dan sudah dilakukan penelitian *maafkan kelalaian gw yang ga mencatatnya*, kalau otak anak yang sering melihat pornografi itu sama dengan otak orang yang pernah tabrakan dan itu KERUSAKAN OTAK PERMANEN.
Lalu bagaimana cara kita menghindarinya?
Kalo dari seminar tadi katanya, terbuka dan komunikasi terhadap anak. Gw akan kopas sedikit nih.
- Sadari bahwa anak adalah titipan Allah SWT
- Sadari dan evaluasi kesalahan-kesalahan kita dalam pengasuhan
- Bicarakan dengan pasangan, mengasuh anak berdua, bersungguh-sungguh, punya dan teguh pada prinsip
- Persiapkan diri untuk minta maaf kepada anak
- Simak dan buat list tentang:
- Pandangan anak terhadap pola pengasuhan kita
- Harapan-harapan mereka
- Utarakan kepada mereka tentang harapan-harapan kita sebagai orang tua
- Buat prioritas bersama tentang hal-hal yang akan diperbaiki
- Jelaskan tentang akibat pornografi terhadap otak
- Perbaiki komunikasi dengan anak
- Tarik kembali ayah kerumah:
- Ayah harus duduk 30 menit/minggu
- Hadirkan Allah dalam diri anak
- Bahas Qur’an dan Hadits dan bercerita dengan anak
- Persiapkan anak untuk menjadi remaja.
Komik, cek bacaan mereka, baca dulu sebelum membeli. Secara berkala periksa meja belajar *ini jangan sampe ketahuan*, kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan dan diskusikan dengan mereka.
Perbanyak mendengarkan perasaan, berdoa.
Yang diatas itu gw kopas dari slide seminar tadi, gw masih berusaha memahaminya. Sekarang gw Cuma bisa berdoa semoga keluarga gw dan keluarga para sahabat dijauhkan dan dihindarkan dari bencana diatas. Naudzubillahi min dzalik. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dilindungi.
Seminar tadi dari Yayasan Kita dan Buah Hati, kalo mau tau lebih banyak bisa menghubungi mereka di email: kitadanbuahhati@yahoo.com atau mau add facebooknya di email yang sama.
Terima kasih udah membaca tulisan ini dan terima kasih untuk tidak tertawa atas keprihatinan saya.
hasil pencarian :
- PENANGGULANGAN PORNOGRAFI
- penanggulangan pacaran
- anak sd jadi psk
- seminar pornografi
- penanggulangan sex bebas
- kitadanbuahhati@yahoo com
- akibat pornografi
- penanggulangan sex
- game yg menjurus pornografi
- kitadanbuahhati
















Aku LIKE tulisanmu ini wa.
Miris banget yaaa…
Duh, aku yg baca tulisan kamu aja hati udah teriris2 rasanya. Apalagi kamu yg ikutan seminar tadi. Duuuh… nggak kebayang kalo nanti punya anak apa aku bisa ngedidik anak dgn baik ? Astagfirullah…
Anak2 jaman sekarang ya, nggak kayak kita dulu. Ada anak temen aku yg masih 4 tahun, udah tau apa itu PACARAN, udah tau DANDAN dan udah tau COWOK CAKEP. Sementara aku, ampe sekarang udah nikah aja masih belom sanggup nonton pelem yg begituan *ngakak inget ini pernah dibahas di inbox dudulers*.
Bener wa, media TV yg paling berbahaya banget neh. Kalo diliat2, nggak ada program tivi indonesia yg sehat buat anak2, film kartun sekalipun. Bahkan Doraemon aja katanya nggak sehat buat anak2, karna ngajarin anak2 buat jadi pemalas, tinggal minta ini-itu tanpa usaha. Apalagi sinetron2 sekarang. Pernah aku miris liat sinetron yg ada adegan anak SD nya. Anak2 itu udah saling bertengkar ngerebutin cowok. Anak SD geto lhooo…!!! Trus inget nggak tulisannya mbak wahida tentang temen2 ABEA disekolah mereka ? *ngurut dada*
Thanks ya wa, udah share ini. Aku suka baca yg seperti ini *buat pendidikan calon ibu tentunya*. Biasanya aku nemu bahasan ini dimajalah Ummi, di kolom Anak dan Media kalo nggak salah. Pengasuhnya Ibu Nina M. Armando, bagus deh wa, tulisan dan bahasannya.
[Reply]
little_star Reply:
March 19th, 2010 at 2:15 pm
@meri, Aku sampe pengen nangis ni
Aku pun begitu, berpikiran bisakah nanti aku didik anakku? Bisa ga jagain mereka? Bisa ga bertanggung jawab sama Allah yang udah nitipin mereka.
Ini ga semua aku tulis ni, banyak anakanak SMP yang jadi PSK, bahkan anak yang tiap pagi dan sore dijemput orangtuanya bisa sampe ‘berhubungan’ dengan pacarnya dengan kode misscalled
gimana ga miris aku ngikutin seminar itu.
Aku nulis ini pengen berbagi, agar ada yang baca sapa tau tergerak juga hatinya buat ngingetin sama yang lain.
[Reply]
meri Reply:
March 19th, 2010 at 2:25 pm
@little_star,
Anak SMP udah ada yg jadi PSK ? Astagfirullah…
Pernah aku ada seminar di hotel Roki Padang. Pas keatas, se lift ama bapak2 yg pelukan ama dua anak remaja berpakaian seksi *mungkin dia udah SMP ato SMA kali ya*. Huaaa… di Padang udah ada yg begituan
Harus banyak2 belajar tentang pendidikan anak neh aku *ngelirik mbak wahida* Biar nanti kalo punya anak bisa ngedidik dengan benar.
Semoga anak2 kita, saudara, sehabat dan teman2 terhindar dari kejahatan pornografi ini. Aaamiiin…
[Reply]
little_star Reply:
March 19th, 2010 at 2:30 pm
@meri, Naudzubillah. Tadi juga ibu narasumbernya bilang kalo di JAMBI termasuk salah satu kota yang banyak PSK anak dibawah umur ini
Harus banyak belajar dan terus belajar. Beruntung sekali kita punya banyak teman-teman yang sudah punya pengalaman dan hebat-hebat seperti mereka yah *lirik mbak wahida, mbak moy, mbak mia dan semuanya yang dudul tapi hebat*
Amiiiiiinnn YA ALLAH
Makasih Infonya Wa..
Naruto adalah salah satu tontonan yg aku black list karena aku gak suka kekerasannya. nonton Upin&Ipin aja aku dampingi. anakku cewek semua. apalagi si Kakak udah mulai cerita kalo temen cowoknya baik di sekolah ataupun di TPA bilang suka dan pacaran. kelas 3 SD lhooo!! jadi aku hrs pintar2 menyusun bahasa yg dia mengerti utk menjelaskan. dia bilang pernah dipeluk temen prianya, diangkat roknya dll.. sekali lagi syukron ya Wa utk sharingnya
[Reply]
little_star Reply:
March 19th, 2010 at 2:18 pm
@Mia Satrio, Semoga keluarga kita dijauhkan dari hal-hal diatas yah mbak.
Lihatlah temen-temennya yang jelas-jelas sudah terpengaruh.
Naudzubillah, semoga anak-anakmu dijauhkan dari hal diatas yah mbak mia *hug*
[Reply]
Wa, dari postinganmu ini hanya sebagian kecil yg di bahas..soal sms, mereka juga punya bahasa&code t’sendiri lho..
[Reply]
little_star Reply:
March 19th, 2010 at 4:26 pm
@iYa, sebagian kecil banget mpok, karna seminar yang harusnya 3,5 jam harus ngebut jadi kurang dari 2 jam.
[Reply]
- ubas - Reply:
March 20th, 2010 at 10:47 am
Dan sepertinya otakku jg udah rusak permanent nih, karena gak bisa mikirin orng lain selain km
[Reply]
little_star Reply:
March 22nd, 2010 at 9:07 am
@- ubas -, kamu minta ditampar?
ini lagi seriuuussssssss
WOW…..????Merinding bacanya………….
jamannya qt aj ud separah ini y……, gmn jaman anak cucu qt nnti….?????????????????????
y ALLAH….. mngerikan skali… ap bnr ini slh satu tnda2 kiamat….????
smoga krusakan2 ini tdk mnimpa anak cucu qt nntinya………….
Ammmiiiiiiiiiieeeeennnnn
Thanks y teta………… bgs bgt nh….. bkin org2 jd melek dan sadar dgn ap yg mgkn trlupakan atw emg dianggap sepele…..
[Reply]
little_star Reply:
March 22nd, 2010 at 9:08 am
@Neena Mulla, Naudzubillah yah
Amiiiin semoga anak cucu dan keturunan kita dijauhkan dari kerusakan ini.
[Reply]